Mengerahkan kemampuan Ro'yu dibawah naungan Waratsatul Anbiyaa'

.

Hukum Tahlil 70.000 Kali Dan Menghadiahkan Kepada Orang Mati Menurut Ibnu Taimiyah


Bertahlil 70.000 kali dan Menghadiahkannya Kepada Orang Mati Menurut Ibnu Taimiyah



سئل: عمن «هلل سبعين ألف مرة، وأهداه للميت، يكون براءة للميت من النار» حديث صحيح؟ أم لا؟ وإذا هلل الإنسان وأهداه إلى الميت يصل إليه ثوابه، أم لا؟
(Ibnu Taimiyah) ditanya tentang orang yang bertahlil sebanyak 70.000 kali dan menghadiahkan pahalanya kepada orang mati, bisa memutus mayyit dari terkena api (neraka),  haditsnya shahih ataukah tidak ? Dan apakah ketika seseorang bertahlil dan menghadiahkannya kepada mayyit, pahalanya bisa sampai ataukah tidak ?

الجواب: إذا هلل الإنسان هكذا: سبعون ألفا، أو أقل، أو أكثر. وأهديت إليه نفعه الله بذلك، وليس هذا حديثا صحيحا، ولا ضعيفا. والله أعلم
Jawab : Apabila seorang manusia bertahlil sebanyak yang demikian yakni 70.000 kali, atau lebih sedikit, atau lebih banyak lagi, dan menghadiahkannya kepada orang mati niscaya Allah akan memberikan manfaat dengan yang demikian, dan haditsnya tidak shahih, tidak pula dlaif. Wallahu A’lam.


Sumber : al-Fatawa al-Kubraa [3/38] karya Ibnu Taimiyah [w. 728 H]
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Kitab Madzhab Hanbali / Maa Yanfa'ul Mayyit Minal A'mal dengan judul Hukum Tahlil 70.000 Kali Dan Menghadiahkan Kepada Orang Mati Menurut Ibnu Taimiyah. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://ashhabur-royi.blogspot.com/2011/02/hukum-tahlil-70000-kali-dan.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Ashhabur Ro'yi pada Sabtu, 26 Februari 2011

NU Online

Suara Muslim

Media Islam

Thariqat Sarkubiyah