Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Photo Gallery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Photo Gallery. Tampilkan semua postingan

Kaum Wahabi Menghinakan Sahabat Nabi ; Jasad Sahabat Nabi Akibat Bom Salafy Ekstrimis




Ini jasad mulya Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alayhi wa Sallam 
bernama Zuhair bin Qais yang ditinggalkan begitu saja setelah makamnya dibongkar oleh Wahabi di Libya

WASPADA TERHADAP WAHABI DI INDONESIA
BUKAN TIDAK MUNGKIN MEREKA AKAN MELAKUKAN HAL YANG SAMA TERHADAP MAKAM WALISONGO DAN MAKAM WALI-WALI YANG LAINNYA DI INDONESIA

MARI BERSATU !
BANGKIT MENGHADANG SEKTE WAHABI !
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=418582344859070&set=a.200208936696413.63043.151350748248899&type=1&relevant_count=1

Sebaiknya Antum Tahu !!! Mata Dewa Horus, Atribut Kerajaan Arab Saudi Hingga Pustaka Imam Syafi'i (Salah Satu Pustaka Su'udiyyah yang Berdomisili di Indonesia)



Cari di google tentang Mata Horus, dan berikut adalah atribut-atribut yang ada pada kerajaab Bani Su'ud.

Aneka inSingina Militer Su'ud

Bagian razia. Lihat artibut di baju Askar

Elite Royal National Ignsinia

IT Officer

IT corner masjidil Haram

Kesatuan Polisi Militer

Lambang di pintu mobil patroli

Logo Mata Satu di lengan asykar

Mobil Patroli 3, dengan asykar bersenjata otomatis

Rompi Relawan Nejed


badge asykar hajj

badge polisi su'ud II

badge polisi su'ud

internal affair atau depdagri

kesatuan khusus dengan logo Jangka terbalik - al Masuniyyah

logo kitab & mata satu pada baret asykar

mengintai al Mahdi via monitor. Lihat arttibutnya

logo pintu mobil patroli 

Logo mobil patroli

mobil patroli

pin kerah baju polisi

rompi asykar hajj

salah satu pustaka su'udiyyah yang berdomisili di Indonesia (link Jember - Jakarta), bernama pustaka Imam Syafi'i, tapi ini bukan Syafi'iyyah melainkan Wahabi/Salafy

unit pemantau kecepatan

Lagi-Lagi Afrokhi Abdul Ghoni (Penulis Buku Putih Kiyai NU) Ngumpet !!


Sebelumnya, baca juga Kisah Ngumpetnya Afrokhi : Hasil Investigasi Terhadap Penulis "Buku Putih Kiayi NU" http://ashhabur-royi.blogspot.com/2011/03/kisah-ngumpetnya-afrokhi-hasil.html.

18 Jumadats Tsaniyah 1432 H/ 22 Mei 2011 M di Sekolah Tinggi Agama Islam Hasanuddin (STAIH) Pare Kediri, yakni di Jl. Kelapa 84 Jombangan Tertek Pare Kediri Jawa Timur diadakan sebuah acara bedah Pemikiran Buku Putih Kyai NU karya Afrokhi Abdul Ghoni. Dalam acara ini sekaligus men-launching  buku tandingan sebagai pelurusan terhadap karya Afrokhi tersebut yang berjudul Meluruskan Buku Putih Kyai NU karya FBMPP Pare. Acara ini diselenggarakan pada hari Ahad Kliwon.

Afrokhi
Adapun yang menjadi narasumber  adalah Ustadz Muhammad Idrus Ramli yakni LBM NU Jember, al-Ustadz Dafid Fuadi selaku FBMPP/editor “ Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU” dan  Afrokhi Abdul Ghoni yaitu penulis “Buku Putih Kyai NU”. Tidak lupa juga moderator yakni: Utsman Riko.

Sayang, beribu-ribu sayang, penulis “Buku Putih Kyai NU” yang konon bernyali besar tidak bersedia hadir dalam cara tersebut. Cukup sekian informasi ini dan tidak perlu membahas panjang lebar lagi tentang orang ini, karena dah ketahuan belangnya.

















Foto Ketua Mufti Wahhabiyah di Komisi Fatwa Kerajaan Bani Saud (al-Lajnah ad-Daimah lil-Buhuts al-'Ilmiyah wa al-Ifta') ; Isbal

Ini adalah foto ketua mufti Wahhabiyah pengganti dari mufsi sebelumnya (Abdul 'Aziz bin Abdul bin Baz) di komisi fatwa kerajaan bani Saud. Beliau bernama Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh. Jabatan beliau adalah mufti su'udiyyah. [klik disini]

Eksklusif ; H. Mahrus Ali (Mantan Kiayi NU, Katanya)

H. Mahrus Ali (Lahir 28 Desember 1957 di desa Sidomukti Giri, Gresik, Jawa Timur) mengaku sebagai mantan kiayi NU, menulis buku yang menghujat amalan sebagian kaum Muslimin dalam bukunya yang berjudul "Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik". Untuk mengcounter fitnah yang ditebarkan Mahrus Ali, Tim Bahtsul Masail PC NU Jember kemudian menulis buku bantahan dengan judul "Membongkar Kebohongan Buku "Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik"", untuk meluruskan kedangkalan Mahrus Ali dan kesombonganya. Ketika orang ini diajak diskusi, namun menolaknya dengan alasan tidak siap dan khawatir dibunuh. Alasan itu, tentunya cuma akal-akalan semata, pasalnya kalau memang warga akan mengancam keselamatan dirinya pasti sudah dilakukan sejak awal, sebab Mahrus Ali sendiri hidup di lingkungan mereka yang amalannya di hujat. Berikut beberapa foto dokumentasi, semoga bermanfaat bagi kita dan tidak terjebak dengan tipu daya/kebohongan orang ini serta kebodohan orang-orang yang mengeluh-eluhkannya.

Senin, 22 November 2010 ; KH. Thobary Syadzily beserta rombongan bershilaturahim ke kediaman H. Mahrus Ali. Terlihat dalam foto, KH. Thabary Syadzili menyaksikan H. Mahrus Ali menulis pernyataan yang isinya bahwa yang membuat judul buku H. Mahrus Ali (Mantan kyai NU) itu adlh penerbit, bukan dirinya. [Sumber]


"Penggunaan istilah "mantan kyai NU" bukanlah dari H. Mahrus Ali langsung, tetapi merupakan hasil rekayasa Penerbit buku-buku karangannya dengan tujuan agar penjual buku-buku tersebut bets seller di pasaran dan pada hakikatnya itu merupakan suatu pelecehan dan penghinaan terhadap eksistensi NU baik di forum nasional maupun internasional. Dengan demikian, saya meminta langsung kepada H Mahrus Ali dengan sejujurnya untuk membuat pernyataan mengenai istilah Mantan Kyai NU yang merupakan bukan pilihannya sebagai suatu klarifikasi agar tidak menjadi fitnah di kemudian hari. Jadi dalam hal ini penerbitnya harus dituntut dan diseret ke pengadilan. " [KH. Thabari]



Dibawah ini adalah surat pernyataan Mahrus Ali bahwa penggunaan istilah "Mantan Kiai NU" bukan dari dia. Tetapi itu merupakan pilihan dari pihak penerbit yang dipaksakan. Berikut pernyataan diatas:

"MANTAN KYAI NU BUKAN PILIHAN SAYA DAN SAYA SUDAH BILANGKAN KEPADA WARTAWAN AULA, SAYA MINTA AGAR DIGANTI TAPI SAYA TIDAK MAMPU"

TGL 15 DZULHIJJAH 1431 H
WASSALAM
MAHRUS

Penerbit yang berbuat curang tersebut adalah Penebit Laa Tasyuk. Pemiliknya bernama namanya Halim. Tempat tinggalnya di Jln Pengirian No 82 Surabaya. Termasuk orang PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang beraqidah Wahhabi.

TEMPAT NONGKRONG (NGOPI) WARUNG POJOK MAHRUS ALI
Berikut H. Mahrus Ali beserta jama'ahnya ketika shalat Jum'at dan shalat 'Id (hari raya). Sumber : Majalah AULA PWNU Jatim.






















http://www.facebook.com/album.php?aid=28676&id=140014749377806&saved | Infor Terkait ; http://www.infokepanjen.com/2010/11/infokepanjencom-ternyata-istilah-mantan.html | http://www.facebook.com/photo.php?fbid=155733684471267&set=a.155732131138089.27252.100001039095629

KUNJUNGAN KE KEDIAMAN KEPONAKAN H. MAHRUS ALI YAKNI H. MAHMUD

HARI BERSEJARAH BAGI PARA SARKUB: 
Senin Wage, 22 November 2010 M / 15 Dzul-Hijjah 1431 H

Sebelum menuju rumahnya H. Mahrus Ali (yang ngaku2 Mantan Kiai NU), kami berlima silaturrahim terlebih dahulu ke rumah keponakannya yang bernama H. Mahmud alumni pesantren Langitan untuk berbincang-bincang sebentar sambil mengemukakan maksud dan tujuan kedatangan baik kami ke sana. Karena, rumahnya H. Mahmud terletak pas berada di gang yang mau menuju rumahnya H. Mahrus Ali. Masa sih kami sebagai orang timur tidak tahu sopan santun melewati rumahnya begitu saja. Siapa sih kami itu?. Ayo tebak dunk !!.

Dalam silaturrahim itu kami mendapat gambaran tentang ajaran yang dianut oleh Mahrus Ali, bahkan kami mendapat informasi bahwa Mahrus Ali itu mengharamkan makan daging ayam dikarenakan ayam mempunyai cakar. Begitupula, Mahrus Ali mengharamkan makan tahu dengan alasan tahu itu mengandung cuka.

Setelah bersilaturrahim kemudian kami menuju langsung ke rumahnya Mahrus Ali untuk bersilaturrahim dan ingin menanyakan langsung tentang penggunaan istilah "Mantan Kiai NU" dalam setiap karangannya. Alhamdulillah berkat anugerah Allah swt kami bisa menemui dia dengan begitu mudahnya. Padahal menurut informasi yang kami dapatkan di masyarakatnya bahwa dia itu sulit sekali ditemuinya terutama dengan orang yang tidak sepaham dengannya. Bahkan ibu kandungnya sendiri ketika sakit keras, dia (Mahrus Ali) tidak mau menemuinya dengan alasan tidak sepaham dengannya.

Dalam silaturrahim itu kami sempat berdialog langsung dengannya dan alhamdulillah kami berhasil membongkar kebohongan dan kebusukan Mahrus Ali yang menganut paham Wahhabi beserta penerbit buku-buku karangannya, yang telah menghina dan melecehkan NU. Dengan demikian, mereka sudah sepantasnya diseret ke pengadilan untuk diadili dan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatan mereka. [] Source :
Team Sarkubiyah bersama H. Mahmud (Keponakan Mahrus Ali) di Kediaman Beliau.

Terkait : http://agama.kompasiana.com/2010/12/16/membongkar-kebohongan-h-mahrus-ali-dan-rekayasa-busuk-wahabi/ 


Media Islam

Thariqat Sarkubiyah

NU Online