Dialog ini dilakukan di Cirebon TV yang dibuka dengan 5 menit prolog untuk masing-masing pemateri, kemudian 30 menit membahas materi untuk masing-masing pemater, dan dilanjutkan untuk pendiskusian yang sangat menarik dan lugas.
Ust. Muhammad Thaharah, Lc. mewakili pihak salafy yang tidak menyetujui tawassul dengan orang mati sedangkan Buya Yahya adalah pihak yang menyetujui. Pendiskusian dengan pelurusan pemaknaan teks hadits menjadikan diskusi ini semakin menarik, juga sekilas sorotan terhadap tokoh Albani, dan lain sebagainya. Ketika Ust. Muhammad Thaharah mendatangkan dalil, maka Buya Yahya pun mendatangkan dalil. Namun, ketika Ust. Muhammad Thaharah menyertakan tokoh ulama (Albani, penj) maka Buya Yahya pun mendatangkan ulama yang kredibilitasnya lebih tinggi yaitu Imam Ibnu Katsir (al-Syafi'i). Silahkan simak, Insya Allah menarik.
CUPLIKAN DIALOG
DOWNLOAD VIDEO DIALOG
Dialog Pertemuan Pertama (I) : Ini adalah dialog langsung antara Ust. Muhammad Thaharah dan Buya Yahya yang kedua-duanya sama-sama berhadapan, sebagaimana gambarannya telah dituturkan diatas.
Dialog Pertemuan Kedua (II) : Dalam pertemuan kedua ini, ternyata Ust. Muhammad Thaharah tidak hadir. Maka, Buya Yahya hanya menjelas beberapa masalah antara lain :
- Koreksi tulisan Jamil Zainu yang tidak amanah dan tidak tepat membawakan dalil. - Koreksi ucapan Albani yang mencela ulama, maka tidaklah mengherankan jika “jebolan” Albani akan menjadi pencaci maki terhadap kaum Muslimin.- Juga dialog interaktif dan sebagainya.
Tentunya ketidak hadiran Ust. Muhammad Thaharah sangat disayangkan, karena ini ibaratnya tetap membiarkan air keruh dan tidak menganggap penting masalah-masalah yang bisa memecah belah persatuan kaum Muslimin. Padahal sebelumnya telah disepakati untuk melanjutkan dialog ini.
ALASAN TIDAK HADIR
Alasan Ust. Muhammad Thaharah tidak hadir sebagaimana isi surat yang dilayangkan (dibacakan oleh Buya dan komentar Buya) :
“..kami tidak bisa memenuhi kebutuhan atau keinginan antum, karena padatanya agenda saya pribadi dan juga panitia yang terlibat dalam dialog ini tidak ... (maaf, tidak jelas) yayasan, untuk itu kami menangguhnya sampai waktu yang memungkinkan.
Komentar Buya : “..baik, barangkali mungkin ini alasan yang pertama, padahal harapan kami kalau memang ini acara penting harus di dahulukan..”.
“... saya menyeru untuk diri pribadi dan antum, marilah kita lebih bisa menghormati ulama..”
Komentar Buya : “..dan itu adalah seruan yang luar biasa yang bagus, artinya kita harus saling menjaga lidah kita untuk tidak saling mengolok.
“..demikian yang kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan Jazakumullah wa Khairan. Mohon maaf, karena surat ini atas nama pribadi karena dari awal saya tidak melibatkan lembaga dan yayasan...”
Komentar Buya : “...kalau kami melibatkan yayasan, kami atas nama pengurus Yayasan Al Bahjah, Pesantren Al Bahjah, kami mewakili Al Bahjah. Baik, semoga bermanfaat usaha-usaha kita.
SEBAB ADANYA DIALOG
Di masyarakat banyak desas desus yang terjadi di masyarakat tentang masalah ini. Adapun awal terjadinya dialog adalah bermula dari siaran radio yang diadakan oleh Radio As –Sunnah yang saat itu kebetulan menyebut nama Al Bahjah dengan kalimat bahwa Buya Yahya pernah diajak dialog dan tidak mau.
Padahal dari awal, sudah diwanti-wanti kalau ada perbedaan pendapat agar diskusikan dan dikomunikasikan. Akan tetapi tiba-tiba terdengar suara bahwasanya Al Bahjah pernah diajak dialog dan dikatakan tidak mau. Jauh sebelumnya, sebelum muncul pernyataan tersebut, sudah dinyatakan kesiapan untuk dialog bahkan pernah dikirimkan surat ketika ada sekelompok umat Islam yang biasa mengolok orang lain, untuk diajak berdiskusi namun tidak ada jawaban.
Akhirnya disepakati dialog dan pihak As-Sunnah memberikan syarat-syarat tertentu. Lebih jauh lagi, Al Bahjah mempersilahkan pihak As-Sunnah memilih moderator sendiri atau apapun yang terpenting ada dialog.
Wallahu A’lam []
DOWNLOAD VIDEO BUYA YAHYA YANG LAIN
Kami rekomendasikan supaya mendownload juga video-video menarik lainnya berikut ini :
- Salaf dan Salafy ; Siapakah Kita, Siapakah Mereka, Mana Yang Ahli Bid’ah dan Ahli Fitnah Yang Sesungguhnya ?

- Pembahasan Bid’ah dan Pendefinisiannya ; Pemecah Belah Umat
Kajian ini, tentang bid’ah dan pendefinisiannya serta hal-hal apa yang saja masuk dalam definisi bid’ah serta hal-hal apa saja yang tidak termasuk dalam definisi bid’ah.
Dalam hal ini, Buya Yahya menjelaskan definisi dengan menukil perkataan Imam al-Syathibi yaitu seorang ulama madzhab Maliki yang mengarang kitab al-I’tisham, kitab yang menjelaskan masalah bid’ah cukup bagus namun disalah pahami oleh beberapa kalangan yang mereka paham Imam al-Syathibi.
"Kenapa orang begitu mudah mengatakan bid’ah kepada yang lainnya...?Tak hanya orang tua, kini seorang anak yang baru mempelajari sedikit kaidah Islam telah berani mengatakan bid’ah kepada orang lain, bahkan kepada orang tua dan keluarganya sendiri. Institusi atau Ormas Islam pun terkadang mudah berfatwa bid’ah. Polemik Bid’ah semakin luas spektrumnya, sentimen personal maupun institusional kini menjadi potret kehidupan umat, semakin egoiskah kita...? Sungguh prihatin, dakwah yang dibangun oleh Rosulullah SAW menjadi tak lagi santun dan indah, karena disibukkan dengan mencari celah perilaku bid’ah dan yang lainnya sibuk berargumen bahwa ini bukan bid’ah. Polemik ini tentunya membuat bingung dan dapat menghadirkan sikap apriori umat dalam beribadah. Sebuah problematika umat yang mesti dijawab dan disikapi bijak...!
Buya Yahya, melalui ini mengantar umat agar lebih mengenal Bid’ah dan propaganda yang menyertainya sebagai pemecah belah umat, sekaligus mengajak umat untuk tegas, cerdas dan bijak menyikapinya dalam frame dakwah yang santun, hangat dan bersahabat yang memancarkan keagungan dan keindahan Islam.
- Mudzakarah, Mencari Titik Temu Antara Buya Yahya dan Prof.Dr. Salim Bajri
Video ini membahas tentang menghadiah pahala yang merupakan diskusi lanjutan dari diskusi sebelumnya. Membedah tarkib ayat hingga ushul fiqh menjadikan pemaparan ini semakin menarik. Namun, pemelintiran kata dari salah satu pihak menjadikan sifat ketidak jujuran begitu nampak dari salah seorang pemateri.
Download videonya : Part 1, Part 2. Besar masing-masing file adalah lebih dari 200 MB. Bisa juga di download dalam bentuk pecahan berikut ini. Masing-masing file besatnya sekitar 16 MB. Silahkan klik http://www.mediafire.com/?1eyyeg3mg5v6l
Kronologis adanya mudzakarah ini bisa di simak di link berikut ini http://www.youtube.com/watch?v=w5bNDVPza2o&feature=related. Adapun berikut adalah cuplikan Mudzkarah bisa di lihat disini :
Kronologis adanya mudzakarah ini bisa di simak di link berikut ini http://www.youtube.com/watch?v=w5bNDVPza2o&feature=related. Adapun berikut adalah cuplikan Mudzkarah bisa di lihat disini :
- Membongkar Aqidah Syi’ah : Membahas Tuntas Aqidah Syi'ah
Pada kesempatan ini, Buya menghadirkan Muqaddimah tentang Syi'ah, sekilas namun jelas demi menjaga kelestarian aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, Buya merasa perlu menghadirkan "silsilah" pencerahan dengan membahas tuntas Aqidah Syi'ah dengan merujuk kepada kitab-kitab terpercaya mereka, dikarenakan banyaknya kaum muslimin yang terbawa kedalam aqidah syi'ah,dikarenakan ketidak tahuan mereka.Semoga Allah Subhanahu wa Ta'alaa senantiasa membuka pintu hidayah untuk semuanya.Selamat menyaksikan.
- Imam Husain Syahid di Karbala : Part 1, Part 2.
- Pembahasan Isra’ Mi’raj : Part 1, Part 2.
- Ahmadiyah Kafir : Part 1, Part 2.
- Agar Warisan Menjadi Barokah : Part 1, Part 2.
- Abadikan Amal Dengan Keikhlasan : Part 1, Part 2.
- Berbakti Kepada Orang Tua : Part 1, Part 2.
- Hidup Indah Dengan Rasulullah : Part 1, Part 2, Part 3.
- Indahnya Mengingat Kematian : Part 1.
- Indahnya Menyambung Kasih Sayang (Shilaturahim) : Part 1.
- Keharmonisan Rumah Tangga : Part 1, Part 2, Part 3, Part 4.
- Gapai Harapan Dengan Keindahan Berdo’a : Part 1, Part 2
- Sifat Tamak : Part 1, Part 2
- Kultum Ramadhan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, dan 21.
DOWNLOAD CERAMAH MP3 BUYA YAHYA
Ahmadiyah 1, 2 ; Air Mata Kerinduan 1, 2 ; Bid'ah 1, 2 ; Birrul Walidain 1, 2 ; Dzikrul Maut 1 ; Ikhlas 1, 2 ; Isra' Mi'raj 1, 2 ; Keharmonisan Rumah tangga 1, 2, 3, 4 ; Sejarah Karbala 1, 2 ; Maulid Nabi Shallallahu 'alayhi wa Sallam 1, 2, 3 ; Salaf 1, 2 ; Shilaturahim 1, 2 ; Syi'ah 1, 2 ; Tamak 1, 2 dan Waris 1, 2 .
Yang beruntung dibulan Ramadlan ; Makna Taubat ; Dzikrul Maut ; Makna Syukur ; Ikhlas Yang Terlupakan ; Pintu Kemulyaan ; Abadikan Amal Dengan Ikhlas ; Nuzulul Qur'an ; Merenungi Dosa ; 10 Hari Akhir Ramadlan ; Makna Taqwa ; Tatakrama ber-I'tikaf ; Memperbaharui Syukur ; Birrul Walidain ; Makna Shilaturahim ; Berbuat Baik Dengan Tetangga ; Mengingat 10 Hari Akhir Ramadlan ; Makna Memaafkan ; Memerangi Penyakit Dengki ; Meneladani Sunnah Nabi ; Tipu Daya Iblis.- Kajian Kitab Minhajul 'Abidin
- Kajian Kitab Riyadusholihin & Tajridushoreh
- Koleksi Tausiyah di WADI 101.6FM
- Kajian Kitab Tibyan